Amalan Utama Ramadhan  

Khususnya di bulan Ramadhan, Allah benar-benar mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita sehingga dilipatgandakanlah pahala ibadah kita berpuluh-puluh kali dibanding amalan yang dilakukan di bulan yang lain. Berikut beberapa amalan yang sangat ditekankan dalam bulan Ramadhan :
1. Meningkatkan kualitas shalat fardlu.
Pahala shalat fardlu di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan menjadi 70 x lipat dibanding shalat fardlu di bulan yang lain.
Alangkah sayangnya jika tidak kita lakukan secara benar dan khusyu, disamping tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda juga tidak akan membawa perubahan pada diri dan akhlaq kita.
Oleh karena itu pada momentum Ramadhan kali ini kita perlu lakukan evaluasi terhadap shalat kita, baik dari segi kaidah-kaidah fikihnya apakah sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah, maupun segi kualitas pelaksanaannya.

2. Memperbanyak amalan sunnah.
Barang siapa mengerjakan amalan sunnah di bulan Ramadhan akan dinilai seperti amalan wajib di bulan-bulan yang lain. bahkan shalat sunnah yang dilakukan di bulan ini akan dibebaskan dari api neraka. Diantara amalan sunnah yang lain adalah meringankan beban orang lain, yang mana Allah menjanjikan akan meringankan (mempermudah) pemeriksaannya nanti di hari kiamat. Rasulullah telah mencontohkan sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. “Rasulullah Saw. Adalah orang yang paling dermawan. Dan saat paling dermawan-dermawannya adalah pada bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril menemuinya. Sedang Jibril menemuinya setiap malam mengajarinya Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah Saw. Lebih dermawan memberikan kebaikan dari pada angina yang dilepas” (HR. Bukhari dan Muslim).
Suatu ketika Rasulullah juga pernah ditanya : “Puasa apakah yang paling utama setelah Ramadhan ? Nabi berkata : “Sya’ban sebab untuk memuliakan Ramadhan“. Dan apakah sedekah yang paling utama ? Nabi menjawab : “Sedekah di bulan Ramadhan“. (H.R. Turmudzi).
3. Memberi ta’jil orang yang berpuasa
Secara khusus Rasulullah menyampaikan tentang pahala orang yang memberi buka puasa. Rasulullah Saw. Bersabda : “Barang siapa memberi makanan berbuka untuk seorang yang berpuasa, maka baginya sepadan pahala orang itu, hanya saja tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sama sekali”(H.R. Turmudzi).
Di hadits lain juga dijelaskan bahwa pahala orang yang memberi buka kepada orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan ini, di sisi Allah sama nilainya dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu, walau hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air.
Luar biasa kemurahan Allah atas hambanya di bulan ini, dapat dibayangkan jika bisa memberi buka setiap hari berapa pahala yang Allah berikan pada kita.
4. Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan Sahur.
Begitulah kasih sayang dan kemurahan Allah pada hamba-Nya yang memang tahu persis kelemahan dan kecenderungan manusia. Sehingga apa yang menjadi hak kecenderungan manusia. Sehingga apa yang menjadi hak hamba-Nya (berbuka) dapat segera dirasakan, dan sebaliknya apa yang menjadi hak-Nya diakhirkan. Bahkan Allah akan memberikan kebaikan dan keberkahan kepada orang yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Rasulullah Saw. Bersabda :
“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.“ (H.R. Bukhari Muslim).
“Adalah Rasulullah Saw. Berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum shalat maghrib.“ (H.R. Abu Daud dan Tarmidzi). “Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan di waktu sahur menyebabkan berkah.“ (H.R. Mutafaq alaih).
5. Shalat Tarawih atau Shalat Malam.
Dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad : “Allah ‘Azza wa Jalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat di malam harinya. Barang siapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhaan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.”
Apalagi kalau shalat malam itu dilaksanakan pada malam lailatul qadr, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat bukhari : “Barang siapa shalat malam pada malam Lailatul qadr dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah, maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
6. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Bulan Ramadhan merupakan bulan pertama kali diturunkannya Al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi manusia. Pada setiap malam Ramadhan Malaikat senantiasa datang menemui Rasulullah untuk mengulang kembali ayat-ayat Al-Qur’an. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Berkata : “Rasulullah Saw. Adalah orang yang paling pemurah terlebih-lebih dalam bulan Ramadhan, bulan di mana beliau selalu ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhan untuk bertadarrus Al-Qur’an. Sungguh bila Rasulullah Saw. Bertemu Jibril, beliau lebih pemurah lagi melebihi angin yang kencang.” (H.R. Bukhari Muslim).
Seyogiyanya sebagai ummatnya kita bisa menghatamkan minimal 1 kali dalam bulan Ramadhan ini.

7. Melakukan I’tikaf di akhir Ramadhan
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terdapat satu malam yang lebih baik dari amalan seribu bulan. Tak seorangpun dapat memastikan pada malam keberapa lailatul qadr itu turun, oleh karena kita harus menghidupkan sepuluh malam tersebut untuk dapat memastikan bahwa kita akan dapat lailatul qadr. Rasulullah Saw. Ketika menghadapi sepuluh malam terakhir Ramadhan senantiasa menghidupkannya dengan I’tikaf dan mengajak seluruh keluarganya untuk memperbanyak ibadah..

Dari Aisyah ra. Berkata : “Apabila sudah masuk sepuluh terakhir (Bulan Ramadhan), maka Rasulullah Saw. Selalu menghidupkan malam-malam itu (dengan ibadah) dan membangunkan keluarganya, serta mengikatkan sarungnya (tidak menggauli istrinya).” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Di hadits yang lain juga dijelaskan bahwa “Aisyah r.a. berkata : Rasullah Saw beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga ia meninggal dunia. Kemudian isteri-isteri beliau juga beri’tikaf setelah wafatnya”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

8. Melaksanakan umrah
Bagi yang dikarunia Allah rezeki yang cukup dan mempunyai kelonggaran waktu, maka sebaiknya disempatkan untuk menunaikan umrah, karena umrah yang dilakukan pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan haji.
Dari Ibnu Abbas r.a ia berkata : “Ketika Rasulullah saw pulang dari haji beliau bertanya kepada ummu Sinan Al-Anshariyah : Apa yang menghalangimu untuk haji ? ia menjawab : Ayahnya fulan – maksudnya adalah suaminya – mempunyai dua ekor unta pengairan, satu ia pakai untuk haji dan satunya untuk mengairi ladang kami. Nabi berkata : Sesungguhnya umrah pada bulan Ramadhan menyamai haji atau haji bersamaku.“ (H.R. Bukhari dan Muslim)
9. Meninggalkan hal-hal yang merusak puasa
Rasulullah Saw bersabda dalam haditsnya : “Shaum itu bukan semata-mata menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi juga dari perbuatan sia-sia dan kotor. Maka jika seseorang memarahimu atau menjahilimu, katakanlah bahwa aku sedang berpuasa, aku sedang puasa“. (H.R. Ibnu Khuzaimah, Al-Haki, dan Ibnu Hibban).
Dalam hadits lain Rasulullah juga menjelaskan : “Barang siapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan munkar (dusta, fitnah, dan segenap perkataan yang mendatangkan kemurkaan Allah SWT) dan tidak meninggalkan pekerjaan dusta itu dan bersikap jahil, maka Allah SWT tidak butuh pada puasa itu“.
10. Memperbanyak berdo’a
Ramadhan merupakan saat-saat yang paling mustajabah untuk berdo’a, karena itu kondisi ruhani kita berada dalam puncak kualitas. Permulaan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah kebebasan dari api neraka, oleh karena itu sebaik-baik doa yang harus kita tekankan adalah doa meminta rahmat-Nya, ampunan-Nya, dan mohon perlindungan dari siksa api neraka.

0 komentar: to “ Amalan Utama Ramadhan