Ramadhan Yang Terakhir
Siapa mengira bahwa pada Ramadhan kali ini kita sudah tidak bisa bersama-sam lagi dengan beberapa saudara kita karena mereka telah lebih dulu dipanggil oleh Allah SWT. Kitapuntidak ada jaminan bahwa Ramadhan yang akan datang kita masih diberi kesempatan untuk menikmatinya.
Akankah kita menyesal selamanya karena Ramadhan kali ini tidak kita optimalkan untuk beribadah kepada-Nya.
Rasulullah Saw, hamba Allah yang paling mulia, yang tahu persis akan hikmat dan rahmat Allah di bulan ini, menghadapi Ramadhan dengan penuh keseriusan bahkan untuk memenuhi harapannya beliaupun berdoa : “Ya Allah, bulan Ramadhan telah menaungi kami dantelah hadir. Serahkanlah dia kepada kami, dan serahkanlah kami kepadanya, untuk menegakkan malam-malamnya. Dan karuniakanlah kami kekuatan dan semangat serta jauhkanlahkami dari fitnah di dalamnya“.
Sehubungan dengan itu Bulletin BMH kali ini menghadirkan Edisi Khusus Ramadhan, yang menguak berbagai rahasia dan keistimewaan bulan Ramadhan sertta kiat-kiat dalam menjalankan amaliah Ramadhan. Disamping itu bulletin ini juga sekaligus memuat beberapa anjuran dan tuntunan bagaiman mengisi kegiatan Syawal, agar benar-benar menjadi penyempurna ibadah Ramadhan kita. Bukan sebaliknya kadang-kadang justru diisi dengan kegiatan hura-hura apalagi menjurus pada dosa.
Bulletin edisi khusus ini sengaja dicetak dengan tampilan yang agak berbeda dan juga dengan oplah 2 kali lebih banyak dibanding edisi biasanya, agar dalam suasana Ramadhan kali ini semakin banyak masyarakat kita yang membacanya. Tentunya ini akan berdampak pada sektor pembiayaan. Mengingat keterbatasan dana BMH saat ini, maka untuk mengatasi hal itu dengan terpaksa bulletin edisi Nopember tidak terbit. Oleh karena pada kesempatan kali ini kami mohon maaf kepada seluruh pembaca utamanya para donatur dan simpatisan BMH.
Selamat membaca, selamat menunaikan ibadah Ramadhan, semoga kita semua menjadi insan-insan yang bertaqwa.
0 komentar: to “ Ramadhan Yang Terakhir ”
Post a Comment