Rehabilitasi Ruhani Di Hari Fitri : Tabiat Bertauhid
Fitrah utama manusia adalah bertauhid; mengesakan Allah. Tabiat dasar ini telah diberikan sejak manusia lahir. Bahkan sejak alam ruh sebelum dilahirkan manusia telah bersaksi Allah sebagai Tuhannya. (QS.Al-A’araf:172)
Namun karena tidak dijaga dengan baik, fitrah ini kemudian berangsur-angsur ternoda dan tertutup rapat. Tabiat suci itu tenggelam oleh hawa nafsu yang cenderung pada dunia. Bila hawa nafsu telah mengkudeta fitrah dan kemudian memimpin manusia, dunialah yang menjadi pujaan, bukan Tuhan. Kekayaanlah yang menjadi kemuliaan dan kehormatannya bukan Taqwa.
Yang tampak adalah benda-benda, mobil, rumah besar, kaplingan tanah, lembaran uang. Duhai nikmatnya. Duhai bahagianya andai dapat memiliki semua itu, itukah yang menyelusup dalam hati? Banyak orang yang tanpa sadar mulai menjadikan materi sebagai esensi utama kehidupannya. Lisannya berdecak kagum pada gemerlapnya duniawi, dan untuk mendapatkannya segala macam ditempuhnya, meski dengan mengotori hatinya dengan berbagai dosa. Apa yang lebih gelap gulita dibandingkan gelapnya hati dan ruhani dari cahaya-Nya? Apa yang lebih membahayakan dalam kehidupan abadi kita dari rusaknya tabiat berTauhid?
Cobalah secara jujur bertanya pada diri ini. Apa yang terbesar dan kita puja pad hari yang fitrah ini? Dibalik takbir dan tahlil serta tahmid yang kita baca; apa yang menjadi impian hidup kita?. Uang berlimpah atau ridha-Nya kemewahan dan kelalaian atau bertaqarrub kepada-Nya. Setelah Ramadhan kita dicuci, sudahkah mata hati terbuka? Kita menahan haus dan lapar untuk apa? Sudahkah kita merasakan kenikmatan kembali pada jalan-Nya. Sudahkah kita merasakan kesyahduan di balik rasa lapar dan haus setelah kita mengalahkan hawa nafsu? Apakah telah kita temukan keindahan yang hakiki dalam ketaatan kepada-Nya? Inilah fitrah suci yang utama; tauhid. Raih kembali fitrah suci dengan hanya menyembah Allah saja.
0 komentar: to “ Rehabilitasi Ruhani Di Hari Fitri : Tabiat Bertauhid ”
Post a Comment