Rehabilitasi Ruhani Di Hari Fitri
Ledakan bom memang dahsyat. Tapi ada yang lebih dahsyat dari bom! Waspadalah.
Kita melihat sendiri, bagaimana kerusakan tampak akibat bom Kuningan bulan kemarin. Mobil dan sepeda motor luluh lantak, puluhan tubuh luka tercabik-cabik dan korban jiwa tak terhindarkan. Wajar saja jika semua pihak merasa prihatin atas jatuhnya korban yang tak berdosa dan mengutuk keras para pelakunya sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kita mengutuknya, sebagaimana mengutuk kekejaman kemanusiaan di Palestina, Irak, Afganistan dan belahan dunia lainnya.
Namun sesungguhnya ada bahaya lain yang juga harus kita waspadai. Bahakan bahayanya olebih dahsyat dari bom. Yaitu rusaknya fitrah manusia . fitrah yang merupakan jati diri manusia adalah instrumen yang teramat penting. Rusaknya fitrah sesungguhnya adalah rusaknya inti kemanusiaan itu sendiri. Namun anehnya, meski dahsyat, seolah yang jadi korban, secara fisik tidak tampak kurang satu apa. Jangankan orang lain, pemiliknya sendiri kadang tidak merasa kalau fitrahnya mulai rusak. Secara perlahan tapi pasti, berbagai noda dan dosa yang diperbuat manusia itu kian menutupi fitrah nuraninya. Pada saat demikian hawa nafsunyalah yang berkuasa. Melakukan berbagai kerusakan tapi menurut dirinya melakukan kebaikan.
Merahab ruhani jauh lebih sulit dari merehab fisik. Menyehatkan jiea tidak lebih gampang dari menyehatkan badan. Namun atas kasih sayang Allah, Dia memberikan kesempatan dan pertolongan pada manusia untuk merehab ruhaninya,. Sebulan penuh manusia dihantar penuh untuk dicuci dan digodok dalam dakwah Ramadhan. Daki-daki hati yang menutupi pun rontok. Kabel-kabel ruhani yang berkarat pun bersih mengkilat. Dan Idul Fitri adalah kembalinya manusia pada fitrahnya. Beruntunglah mereka yang berhasil pada jati diri sucinya. Mata hati yang selama ini tertutup telah mampu melihat kembali ayat-ayat-Nya. Sensitifitas ruhani yang telah tuli kini mampu mendengar kebebasan-Nya. Lisan yang bisu mengucap asma-Nya kini telah bisa berucap menikmati berdzikir memuji-Nya, dengan berbekal fitrah dan menjaganya sepanjang hayat, kita akan selamat sampai kelak menghadap Tuhan. Namun kecelakaanlah bagi mereka yang belum kembali kepada fitrah-Nya. Ia menghadap Tuhan dalam keadaan tuli dan bisu sertadi murkai-Nya, tapi benarkah kita telah kembali kepada fitrah?
0 komentar: to “ Rehabilitasi Ruhani Di Hari Fitri ”
Post a Comment